Event Kegiatan
KUNJUNGAN BADAN
DIKLAT KEHUTANAN
KABUPATEN BOGOR
Dalam pertemuan tersebut membahas program kerjasama kediklatan kedepan
antara Badan Diklat Kehutanan dengan Pusdiklat Kemendagri Regional Makassar. 5 Maret 2015
KUNJUNGAN KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
KABUPATEN BANTAENG
Hj. Rosliah Kepala Bidang
Diklat, di terima langsung oleh Kapusdiklat Drs. Andi Ony. P. M.Si di ruang
kerjanya di dampingi oleh Kabag. Tata Usaha Hj. Andi Rosnawati. SH, M.Si, Kabid
Diklat TF Drs. H. Muh Syahrir, M.pd, Widyaiswara Andi Massalinri. AP, M.Si dan
Kepala Seksi Evaluasi Data dan Alumni Hamzah, S.Sos, MM.
Dalam pertemuan tersebut
membahas mengenai peluang kerja sama kediklatan antara BKDD Kabupaten Bantaeng
dengan Pusdiklat Kemendagri Regional Makassar. Program kediklatan yang ada di
Pusat Diklat Regional Makassar akan di sesuaikan dengan program kediklatan di
Kabupaten Bantaeng. Bentuk keterpaduan tersebut akan di wujudkan melalui
perjanjian kerja sama (Mou) Program Kediklatan. Program kediklatan yang di
tawarkan bukan hanya pada diklat kepemimpinan tapi juga pengembangan
diklat teknis fungsional.
Makassar, Rabu, 25/2/2015
RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN PROGRAM DIKLAT
DALAM WILAYAH KERJA
PUSDIKLAT KEMENDAGRI REGIONAL MAKASSAR

Mengingat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
31 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan
Pelatihan di Lingkungan Departemen Dalam Negeri. Adapun tujuan Rapat
tersebut adalah untuk menyamakan presepsi dalam penyusunan program diklat bagi
aparatur berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui
Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.
Makassar 4
Desember 2014
Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Kegiatan Koordinasi Pembinaan Program Kediklatan
melalui Dana Dekonsentrasi Tahun 2014
Dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2013 tanggal 19 Desember 2013 tentang Pelimpahan
dan Penugasan Urusan Pemerintahan Lingkup Kementerian Dalam Negeri Tahun
anggaran 2014, maka pelaksanaan kegiatan Koordinasi Pembinaan Program
Kediklatan melalui dana dekonsentrasi TA. 2014 perlu disampaikan hal-hal
sebagai berikut...
31 Peserta
Diklat Pim Makassar OL di Gresik
GRESIK-Sebanyak 31 peserta Diklat Pim IV angkatan
III Pusdiklat Kemendragri Regional Makasar melaksanakan orientasi lapangan (OL)
di Kabupaten Gresik selama sehari,Rabu (10/09/2014).
Sebelumnya, mereka di terima langsung oleh Bupati
Sambari Halim di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik,
Ketua Tim Diklat Pim IV Makasar, Andy Oni P, M.Si
menjelaskan, bahwa dipilihnya Kabupaten Gresik menjadi orientasi lapangan,
karena Gresik mampu mempertahankan Piala Adipura secara berturut-turut serta
ingin lebih dekat melihat proses perkembangan E -KTP yang merupakan program
Pemerintah Pusat.
"Diklat kali ini berbeda dari tahun sebelumnya
karena membawa konsep perubahan atau perbandingan, di mana setiap peserta di
ajak untuk lebih berpikir kreatif dan inovatif dengan cara pandang dalam
pembangunan,"tuturnya.
Dijelaskannya, Diklat Kemendagri Regional Makasar
ini diikuti 3 Provinsi yaitu Kalimantan Timur 25 peserta, Sulawesi Selatan 6
peserta dan Sulawesi Barat 1 peserta.
Ketika orientasi lapangan Dispenduk Capil, mereka
mendapat penjelasan dari Kepala Dispenduk Capil Gresik, Sumarno terkait dengan
E-KTP yang diakui ada kendala.
"Namun kendala ini bukan dari daerah melainkan
dari pusat sendiri. Saya berharap kepada peserta Diklat Pim IV agar dalam
melaksanakan tugas mampu memprediksi segala permasalahan yang akan
terjadi,"paparnya.
Sedang terkait dengan pajak atau retribusi, di
Gresik dalam pelayanan masyarakat tidak ada retribusi. Kendala lain yang di
hadapi yaitu, masyarakat kurang sadar dalam mengurus akte kematian.
"Jadi, kalau saudaranya meninggal, hanya di
laporkan lewat RT saja, sebaiknya langsung ke Dispenduk Capil untuk mengurus
akte mati,"tandasnya.
Sementara Bupati Dr.H. Sambari Halim Radianto
berharap dengan OL bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta.
"Jadi jangan hanya teori saja yang di dapat
namun yang lebih penting yaitu kreatifitas dan inovatif saat melaksanakan tugas
di SKPD,"tegasnya.(sho)
Rabu, 10 September 2014G
Prajabatan Gol. III CPNS Kab. Konawe Utara
Diklat prajabatan Golongan III Formasi umum CPNS
Kab. Konawe Utara yang berlangsung dari tanggal 22 Mei – 13 Juni 2014 di Wisma
Darussalam Makassar, berakhir dengan ditutup
secara resmi oleh Kepala Pusdiklat Kemendagri
Regional Makassar, didampingi Kabid Diklat Struktural Pusdiklat Kemendagri
Regional Makassar dan Kabid Diklat BKD Kab. Konawe Utara serta Para
Widyaiswara. Diklat Prajabatan Gol III ini diikuti oleh 58 orang CPNS Golongan
III Formasi Umum regular. Seluruh peserta Diklat dinyatakan lulus 100 persen.
dengan kategori nilai memuaskan.
Selain evaluasi kepada peserta Prajabatan, juga
dilakukan evaluasi terhadap Widyaiswara dan pengajar, yang meliputi 12 aspek
penilaian, mulai dari sistematika penyajian materi, ketepatan waktu, sikap
perilaku, cara menjawab pertanyaan, penggunaan bahasa, pemberian motivasi
hingga kerapian berpakaian dan kerjasama. Dari aspek ini, peserta diklat
memberikan penilaian antara 72 – 95, dalam artian kesan peserta cukup positif
terhadap pengajar / widyaiswara.
Kepala bidang Diklat BKD Kab. Konawe Utara, La Ode
Amanuddin, dalam sambutannya mewakili Kepala BKD Kab. Konawe Utara, mengatakan
rasa gembiranya terhadap kegiatan Diklat Prajabatan yang dilakukan di Lutim
yang sukses dan seluruh peserta dinyatakan lulus. Oleh karena itu, setelah
kembali ketempat kerja masing-masing, diharapkan mampu menerapkan ilmu yang
didapat selama mengikuti Diklat prajabatan, utamanya dalam hal kedisiplinan
sebagai seorang pegawai Negeri.
Kepala Pusdiklat Kemendagri Regional Makassar,
ketika menutup Diklat Prajabatan ini, mengatakan pendidikan dan latihan yang
diikuti oleh para pegawai negeri sipil sangat menentukan kemajuan Konawe Utara
kedepan karena terkait dengan Sumber Daya Manusia, karena Konawe Utara sangat
membutuhkan SDM yang handal, terampil dan mampu berkompetisi. . ia juga
memgingatkan kepada seluruh peserta Diklat Prajabatan agar memperhatikan tiga
hal yaitu ; memelihara Sikap (attitude) termasuk kedisiplinan dalam
melaksanakan tugas serta tahu menghargai orang lain. Meningkatkan keterampilan,
yang berarti dalam melaksanakan tugas harus punya target yang bisa diukur
setiap hari, serta meningtkan pengetahuan (Knowledge) dengan banyak
belajar baik dari media massa maupun media internet agar tidak
ketinggalan informasi.
Demikian juga peningkatan produktifitas pegawai
harus selalu ditingkatkan meskipun jumlah pegawai di Konawe Utara sangat minim,
tapi tidak berarti produktifitas juga harus turun, tetapi harus ada target yang
dicapai dalam melaksanakan tugas. Apalagi jika dibandingkan dengan daerah lain,
PNS di Konawe Utara cukup beruntung karena mendapat tunjangan tambahan
penghasilan yang lumayan besar, sehingga harus dibarengi dengan produktifitas
yang tinggi.
Kunjungan Silaturahmi Kapus Diklat Kemendagri
Regional Makassar
Makassar,
8/5/2014